Langsung ke konten utama

Trouble shooting : mekanikal trouble

Sebelumnya telah kita bahas mengenai elektrikal trouble yang membahas masalah kelistrikan dan kontrol panel mesin roll forming.

Kali ini akan saya bahas mengenai mekanikal trouble, yang akan membahas mengenai mekanikal dari mesin roll forming buatan PT ROLLFORMING INDONESIA, yang anda pergunakan saat ini.
Bahasan mengenai mekanikal trouble ini meliputi:

1. Motor gerak
2. Drive chain
3. Sproket
4. Roller dies dan
5. Pisau pemotomg

1. Motor gerak.
Untuk motor gerak, trouble yang kerap terjadi adalah pada sistem break-nya. Akibat yang timbul dari masalah ini adalah miss pada total panjang output produk, hal ini karena adanya ke tidak harmonis an antara sensor pada flag switch yg ditempatkan pada ujung akhir run out table dengan mekanikal dari sistem pengereman motor. Sehingga mengakibatkan adanya putaran lebih atau kurang pada sistem roll form yang berakibat tidak konstanya proses pemotongan output produk. Sehingga panjang finish good jadi berbeda beda.
Solusi mengatasi masalah ini ada beberapa langkah yang harus dilakukan :

Pertama.
Lakukan inspeksi yang detail pada unit break sistem ini mulai dari tegangan output dari step down transformernya apakah sudah sesuai dengan tegangan yang tertera pada label yang ditempelkan pada body part ini, bila tidak sesuai ganti dengan part yang baru, yang bisa anda dapatkan di toko toko elektrik di lokasi anda berada dengan membawa contoh transformer yang rusak tadi.
Bila output teganganya sesuai dengan label yang tercantum, maka lanjutkan inspeksi tahap berikut ini.

Kedua.
Perhatikan dengan seksama bentuk motor yang mengalami masalah tersebut. Motor tersebut dipasangkan dengan reduksi gear box yang pada ujungnya kita pasang sproket yang dihubungkan dengan drive chain mengarah ke atas terhubung dengan unit roll form diatasnya. Selanjutnya bagian ini kita sebut bagian atau sisi depan dari motor gerak tadi. Tetapi kita tidak akan melakukan perbaikan pada sisi ini melainkan pada sisi belakang dari motor gerak ini yang tertutup oleh cover yang diikat dengan 3 buah baut pada sisi - sisinya.

Ketiga.
Buka dengan menggunakan kunci ukuran 8 mm atau dengan menggunakan obeng + ke tiga baut pengikat cover tersebut sehingga terlepas dari body motor.
Kumudian buka unit cooling fan nya yang berbentuk sirip flat yang terikat dengan poros motor, tentunya dengan bantuan kunci L 8.
Setelah terbuka, saya ingatkan lagi, tempatkan part yang telah anda lepaskan tadi pada suatu tempat khusus sehingga tidak ada part yang hilang.
Sampai pada tahap ini, perhatikan dengan seksama, adakah sesuatu yang ganjil pada susunan break tersebut.
Perhatikan dengan teliti setiap kali anda membogkar tiap tiap bagian nya, sehingga pada waktu memasangnya lagi tidak terjadi kesalahan.

Ke empat.
Lepaskan magnetik coil dari tempatnya dan lakukan pemeriksaan dengan menggunakan multi tester atau A V O meter. Periksa pada kedua ujung terminalnya, bila jarum multitester bergerak dan menunjukkan angka tahanan tertentu, berarti coil dalam kodisi layak pakai, tetapi apabila tidak anda harus menggantinya dengan yang baru, atau sebagai alternatif, anda bisa membawanya ke spesialis gulung dinamo untuk mengganti gulunganya dengan kawat tembaga yang baru yang sama dengan ukuran diameter kawat yang aslinya.

Ke lima.
Langkah selanjutnya adalah melepas dan memeriksa disc clutch nya. Yaitu piringan plat yang salah satu sisinya tertempel materi clutch yang berfungsi menghentikan putaran poros motor.
Apabila tidak ada kerusakan pada sisi tersebut anda cukup melakukan pengamplasan sisi tersebut dengan bantuan amplas no 120 agar menjadi rata kembali sisi tersebut dan bersih dari kandungan minyak yang bisa mengurangi daya cengkram pada saat proses pengereman.

Ke enam.
Setelah proses perbaikan dan penggantian spare part yang rusak. Maka langkah berikut ini adalah proses re assembly atau proses perakitan kembali unit brake sistem ini. Dalam proses ini anda hanya memasang bagian bagian yang telah anda lepas tadi dengan urutan kebalikan dari proses pembongkaran.
Setelah proses perakitan selesai, pastikan bagian demi bagian telah terpasang dengan baik dan benar dan letaknya sama dengan waktu sebelum dibongkar.
Selanjutnya anda bisa melakukan trial kosong terlebih dahulu, maksudnya trial unit roll forming tanpa memasukkan raw material kedalam roll forming.
Pastikan sistem telah bekerja sesuai dengan semestinya, baru anda bisa melakukan full trial berikut dengan cutter shearnya.

Ke tujuh.
Sebagai pengingat, proses perbaikan yang anda lakukan tadi, anda harus pastikan bahwa sistem kelistrikan anda berada dalam keadaan positive isolasi, yang berarti hanya anda dan orang yang terlibat pada proses ini saja yang bisa mematikan dan mengaktifkan sistem kelistrikan yang mengarah ke mesin roll form yang sedang anda perbaiki.
Selain itu, utamakan keselamatan kerja anda dan minimalkan kecelakaan kerja hingga ke titik terendah atau nol.

Selamat bekerja
Bila masih ada kesulitan yang tidak teratasi. Jangan ragu ragu untuk meng kontak saya di email saya.

Bagian yang belum terbahas pada posting kali ini, akan saya lanjutkan pada postin berikutnya.

Salam
ahmad.lutfiyudin@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIPS MEMILIH MESIN ROLL FORMING

Banyaknya mesin roll forming yang beredar di pasar, kadang kadang membuat bingung para pengusaha dalam memilih mesin roll forming yang seperti apa yang harus mereka beli. agar memudahkan anda dalam pemilihan mesin roll forming. berikut saya berikan tips bagaimana memilih mesin roll forming agar sesuai dengan kebutuhan yang memang perusahaan anda butuhkan. mesin roll forming secara prinsip terbagi menjadi dua jenis,: mesin roll forming WORK-SITE equipment yaitu jenis mesin roll forming yang moveable, mempunyai total berat yang tergolong dalam light weight dan mudah untuk dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain serta mudah dalam setting ulangnya. mesin roll forming IN-PLANT equipment, yaitu mesin yang non portable, hanya bisa dioperasikan di satu tempat saja, biasanya sudah termasuk dalam heavy duty equipment dan yang lain adalah mesin ini diikat dengan kuat pada lantai beton yang kuat dan tidak mudah untuk dipindahkan. kedua jenis mesin tersebut sampai dengan saat ...

DESAIN CHASIS

DESAIN. Dari beberapa output produk yang telah saya kemukakan pada posting sebelum ini, Rancangan mesin yang akan kita buat ini terdiri dari : 1. Rancangan chasis 2. Rancangan frame 3. Rancangan dies roller 4. Rancangan cutter shear yang mana dari tiap-tiap output produk tersebut, mempunyai rancangan tersendiri, namun tetap dalam satu kesatuan yang nantinya akan kita gabungkan bersama, sehingga bisa menjadi satu buah unit mesin yang handal dan menghasilkan output produk yang sempurna. Desain awal mesin roll forming, selalu mengacu pada jumlah roller station yang diperlukan dalam proses drawing dan bending yang akan anda lakukan. Sehingga rancangan mesin roll forming selalu mendahulukan rancangan dari proses drawing dan bending yang diperlukan. Oleh karena itu disain roller dies harus jadi lebih dahulu baru kemudian rancangan lainnya menyusul untuk menunjang proses pembuatan mesin roll forming ini. Untuk lebih detailnya RANCANGAN CHASIS Berikut beberapa contoh dari chasis mesin roll for...